Ketua Umum (Rais ‘am) Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng Tgk H Anwar Usman (Abiya Kuta Krueng) akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan seluruh Pimpinan Dayah Cabang Alumni Darul Munawwarah se-Aceh.

Rapat koordinasi ini akan dihadiri oleh setiap pimpinan dan sekretaris dayah cabang yang berjumlah 157 dayah dan balai pengajian cabang yang tersebar di seluruh kab/kota Provinsi Aceh.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Rabu (8/7/2020) di Kompleks Putra Dayah Darul Munawwarah, mulai pukul 09.30 WIB sampai selesai. Dijadwalkan kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Pidie Jaya H Said Mulyadi SE MSi.

Kegiatan rakor ini diinisiasi oleh Rais ‘am Dayah Darul Munawwarah Tgk H Anwar Usman dengan mempertimbangkan saran, pendapat, dan masukan dari Ketum Rabithah Alumni dan dewan guru lainnya.

“Dalam pelaksanaannya, kita tetap akan mengikuti protokol kesehatan sebagaimana dianjurkan oleh pemerintah,” kata Abiya Kuta Krueng.

Sesuai analisis dan pandangan tajam pendidikan ke depan, kata Abiya Kuta Krueng, rakor ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan dayah-dayah cabang Munawwarah khususnya dan dayah Aceh pada umumnya untuk menghadapi proses penilaian akreditasi yang akan dilakukan oleh Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA).

Sebagaimana diketahui, lembaga BADA ini dalam waktu dekat akan segera dibentuk oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Hingga kini proses pembentukan lembaga ini telah memasuki tahap seleksi Majelis Akreditasi sebagai pimpinan. Pembentukan BADA ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Nomor 64 tahun 2019.

Oleh karena itu, sebelum TIM asesor dari BADA mulai bekerja, mereka ingin memastikan bahwa dayah-dayah cabang Munawwarah memiliki kesiapan dan kelengkapan dokumen yang menjadi instrumen akreditasi, supaya tidak ada yang menjadi kendala dan masalah di kemudian hari.

“Kami juga mengundang Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah El- Madny sebagai pemateri terkait regulasi yang berkenaan dengan BADA dan Bapak Kabag TU Kanwil Kemenag akan memberikan materi tentang pengurusan Izin Operasional Pesantren/Dayah,” kata Abiya.

Sebelumnya, Abiya Kuta Krueng juga menyambut baik dan mengapresiasi atas kehadiran Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) sebagai amanat Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah dan Pergub Aceh Nomor 64 Tahun 2019 tentang Badan Akreditasi Dayah Aceh.

 

Sumber: Tribun Aceh

Post Author: Darul Munawwarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *